KABARAN JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menggandeng puluhan organisasi amal dan kemanusiaan untuk menggalang serta menyalurkan bantuan bagi Palestina. Inisiatif ini dikemas dalam acara bertajuk Penandatanganan Dukungan dan Kampanye Bersama Indonesia untuk Palestina: Solidaritas, Aksi Nyata, dan Harapan Baru, yang digelar pada Rabu (26/2/2025).
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Anis Matta, menegaskan bahwa gerakan solidaritas ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dalam penggalangan bantuan agar lebih terstruktur dan berdampak luas bagi rakyat Palestina.
"Kita memulai satu gerakan solidaritas yang lebih terkoordinasi, sehingga bantuan bisa tersalurkan dengan lebih efektif. Ada tiga sasaran utama: strategis, berdampak besar, dan memiliki nilai simbolik sebagai negara muslim terbesar di dunia Islam," ujar Anis Matta.
Ia menekankan bahwa komitmen Indonesia terhadap Palestina bukan sekadar sikap politik, melainkan amanat konstitusi, kewajiban agama, dan respons terhadap darurat kemanusiaan. Presiden Prabowo Subianto pun, dalam pidato pelantikannya pada 20 Oktober 2024, menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina.
Target Penggalangan Dana Rp 3 Triliun
Dalam upaya ini, Kemenlu menargetkan penggalangan dana sebesar 200 juta dolar AS atau lebih dari Rp 3 triliun. Meskipun Kemenlu memfasilitasi gerakan ini, Anis Matta menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengintervensi keuangan lembaga amal yang terlibat.
"Tugas Kemenlu adalah memfasilitasi, menggalang, dan menggunakan jalur diplomasi serta politik untuk memperlancar penyaluran bantuan masyarakat Indonesia ke Palestina," tambahnya.
Untuk mendukung koordinasi ini, empat direktur Kemenlu dilibatkan, yakni Direktur Timur Tengah, Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional, Direktur HAM, serta Direktur Kajian Strategis.
Dukungan dari Organisasi Nasional dan ASEAN
Sejumlah organisasi filantropi menyambut baik inisiatif ini. Syamsul Ardiansyah dari Dompet Dhuafa menilai bahwa diplomasi dan politik memiliki peran penting dalam mendukung kemanusiaan bagi Palestina.
"Tanpa dukungan diplomasi politik, upaya kemanusiaan akan sulit. Inisiatif ini memungkinkan Kemenlu lebih aktif dalam gerakan solidaritas untuk Palestina," katanya.
Sementara itu, Wildhan Dewayana dari Forum Zakat menilai bahwa langkah ini akan membuat aksi kemanusiaan lebih terarah dan berdampak luas. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, juga menekankan pentingnya aksi nyata, mulai dari bantuan darurat hingga rekonstruksi Gaza.
Selain organisasi dari Indonesia, perwakilan lembaga amal dari Malaysia dan Thailand turut hadir dalam acara ini. Menurut Anis Matta, sinergi antarnegara ASEAN dalam membantu Palestina akan semakin memperkuat daya tekan diplomasi kemanusiaan di tingkat global.
"Kolaborasi ini memastikan bantuan tidak tumpang-tindih dan menjangkau lebih banyak wilayah di Palestina," ujar Jismi Johari, Presiden Malaysian Humanitarian Aid and Relief.
Dengan dukungan kuat dari pemerintah, organisasi filantropi, dan negara-negara ASEAN, inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan aksi nyata bagi rakyat Palestina.
KI