KABARAN MERANTI,- Kabupaten Kepulauan Meranti tengah menghadapi persoalan serius dalam penanganan sampah. Masyarakat masih membuang sampah di pinggir jalan akibat minimnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara yang disediakan oleh pemerintah daerah. Upaya Pemkab menutup akses jalan umum sebagai solusi ternyata menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Politisi Partai Gelora Indonesia, Encik Firmansyah, meminta Pemkab Kepulauan Meranti mencari solusi yang konkret dan tidak menimbulkan masalah baru. Mantan anggota DPRD yang kini menjabat sebagai Bendahara Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (F-SPTI) Kepulauan Meranti itu mengusulkan sejumlah langkah strategis dalam penanganan sampah, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang.
Solusi Jangka Pendek
1. Pembuatan TPS Sementara: Pemkab disarankan menyediakan TPS sementara di lokasi strategis atau titik-titik di mana masyarakat biasa menumpuk sampah.
2. Penambahan Armada Pengangkut Sampah: Jumlah armada pengangkut sampah perlu ditingkatkan agar sampah dapat segera diangkut ke TPS.
Solusi Jangka Menengah
1. Program Pengelolaan Sampah: Pemkab diharapkan merancang program pengelolaan sampah yang mencakup pengumpulan, pengangkutan, hingga pembuangan sampah.
2. Pembangunan Fasilitas Pengelolaan Sampah: Pengembangan fasilitas seperti TPS, tempat pengolahan sampah, dan tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi solusi yang perlu dilakukan.
Solusi Jangka Panjang
1. Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan: Pemkab dapat menerapkan teknologi ramah lingkungan dalam pengelolaan sampah agar lebih efektif dan berkelanjutan.
2. Edukasi Masyarakat: Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik perlu terus digencarkan untuk membangun kesadaran lingkungan.
Encik Firmansyah berharap Pemkab Kepulauan Meranti segera mengambil langkah konkret guna menyelesaikan permasalahan sampah di daerah ini. “Diperlukan kebijakan yang komprehensif dan berkelanjutan agar permasalahan sampah dapat tertangani secara efektif tanpa menimbulkan dampak negatif lainnya,” ujarnya, Rabu (2/4) pagi.
Masalah sampah yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, menjadi kunci dalam menciptakan Kepulauan Meranti yang lebih bersih dan sehat.